Wujudkan Revolusi Mental Birokrat yang Bersih Melayani
PDF
Cetak
Surel
Jumat, 26 September 2014 11:55
Forum Bakohumas MPR RI

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (24/9) – Sekretaris Jendral MPR RI mensosialisasikan kegiatan sidang akhir masa jabatan MPR periode 2009-2014, pelantikan anggota baru MPR periode 2014-2019, dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019, yang dihadiri oleh himpunan  biro humas dari lembaga negara, kementerian, dan institusi lainnya yang terhimpun di dalam Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang GBHN, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Agus Subagyo, M.I.R., Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga sekaligus selaku Ketua Panitia acara menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan acara yang akan diselenggarakan oleh MPR, yakni sidang akhir masa jabatan periode 2009-2014 yang diselenggarakan dari tanggal 22-29 September 2014, sidang awal masa jabatan untuk melantik anggota baru periode 2014-2019 yang dilaksanakan tanggal 1-3 Oktober 2014, dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih dari hasil Pemilu 2014 yang dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2014.

Ketua Bakohumas yang diwakili oleh Drs. Ismail Cawidu, M.Si., Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, memaparkan beberapa hal mengenai pentingnya hubungan masyarakat. Suksesnya badan atau biro humas itu sangat ditentukan oleh pimpinannya. “Mau diberdayakan atau hanya dianggap sebagai biro yang biasa tergantung kemauan pimpinannya,” tambahnya.

Ismail mendorong biro humas lebih menekankan pada pola menyerang yakni ketika mempunyai data yang baik kemudian menginput data tersebut ke media yang ada. Diungkapkan bahwa 97 persen berita itu muncul dari lembaga pemerintahan namun tidak lahir dari setting-an biro humas. Untuk itulah dengan adanya data yang baik maka berita yang ada bisa sesuai dengan fakta. Baginya, setiap orang berhak mendapat informasi dan berkomunikasi. Informasi dan komunikasi itu untuk mengembangkan kepribadian. Dalam era saat ini, keterbukaan informasi dan komunikasi merupakan hak publik. Untuk itu dirinya mengajak semua biro humas untuk melakukan kerja sama.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal MPR RI, Drs. Eddie Siregar, M.Si. memaparkan perlunya pergeseran paradigma dalam pembangunan bangsa, dengan menempatkan sumber daya manusia dan pembangunan karakter bangsa sebagai faktor kunci. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah melalui revolusi mental, sebagai sebuah konsep perubahan fundamental dalam cara berfikir, dan bermuara pada aktualisasi perilaku keseharian secara berjenjang, mulai dari individu, kelompok, yang pada akhirnya menjadi sebuah gerakan moral nasional.

Revolusi mental ini penting dilakukan untuk mengubah mental birokrat yang siap melayani masyarakat dengan baik, sehingga birokrasi yang bersih dan melayani tidak hanya menjadi sekedar jargon, namun benar-benar dapat diwujudkan. (Shesta-Humas)

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 26 September 2014 12:02