Dampak Penempatan TKI 2011
PDF
Cetak
Surel

Penempatan TKI ke luar negeri yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta memberikan implikasi positif yang sangat besar terhadap negara, implikasi tersebut antara lain :

  1. Pengurangan pengangguran.

Sejak tahun 2007 penempatan TKI ke Luar Negeri kecenderungan berfluktuatif yakni 696.746 orang (2007), 748.825 orang (2008), 632.172 orang (2009), 592.227 orang (2010) dan 581.081 0rang (2011). Oleh karena itu penempatan TKI ke Luar Negeri memberikan kontribusi yang besar bagi pengurangan pengangguran dan optimalisasi pemanfaatan sumberdaya manusia Indonesia;

2.  Peningkatan penerimaan devisa.

Sejalan dengan meningkatnya TKI yang bekerja di luar negeri, maka penerimaan devisa negara melalui pengiriman uang TKI kepada keluarganya (remitansi) juga semakin meningkat. Sejak tahun 2006 remitansi dari para TKI terus meningkat yakni hingga tahun 2011 mencapai US $ 6,73 milyar. Peningkatan remintasi merupakan penerimaan devisa negara dari sektor jasa tenaga kerja yang langsung diterima masyarakat. Jumlah remitansi bahkan menduduki penerimaan terbesar kedua setelah migas dan terbesar pertama disektor jasa;

3.  Peningkatan ekonomi keluarga.

Dengan remitansi yang diterima langsung oleh keluarga TKI di daerahnya, maka akan memberikan implikasi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga TKI dan mengurangi/mengentaskan kemiskinan. Sebagai contoh perhitungan, apabila setiap TKI dapat menghidupi lima orang (istri, anak dan keluarganya), maka dengan keberadaan TKI di Luar Negeri yang saat ini sebanyak + 6 juta orang, sehingga paling tidak terdapat sebanyak + 30 juta orang yang hidup dari jerih payah TKI. Disisi lain pengiriman uang secara langsung kepada keluarga di desa, mampu menghidupkan perekonomian lokal dan masyarakat sekitarnya. Dengan demikian terjadi “multiplier effect” yang sangat besar terhadap keberadaan TKI di luar negeri;

4.  Tumbuh dan berkembangnya wira usaha.

Bagi TKI yang berhasil setelah menjalani kontrak kerja, ternyata terdapat banyak TKI yang menjadi wira usaha didaerahnya. Beberapa TKI berhasil menjadi pengusaha jasa angkutan, pedagang kendaraan bekas, bengkel, pedagang kelontong, pengusaha makanan dan lain-lain. Dengan adanya modal, ketrampilan dan kegigihan yang dimiliki TKI, maka banyak TKI yang berhasil menjadi wirausahawan serta meningkat derajat dan kesejahteraannya.

(Sumber RDP 5 Juni 2012)