Pemulangan TKI Mandiri Rugikan Mitra Bisnis di Selapajang
PDF
Cetak
Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 17 Desember 2012 13:08
Jakarta, BNP2TKI, Jumat (14/12) - Kebijakan pemulangan TKI secara mandiri per 26 Desember 2012 telah berdampak pada penurunan pemasukan para mitra bisnis di Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang, Tangerang, Banten. Hal itu makin memperparah pemasukan mitra bisnis yang sudah berlangsung sejak pemerintah menghentikan sementara penempatan TKI sektor rumah tangga ke Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Suriah dan Malaysia.

Supervisor PT Kencana Adhitama Artha Sherly Amomo saat ditemui di BPK TKI Selapajang, Tangerang, Kamis (13/12) mengatakan akibat moratorium banyak majikan di Timur Tengah yang menahan para TKI untuk pulang. Akibat para TKI diperpanjang kontrak oleh majikannya maka mereka tidak bisa pulang ke tanah air dan itu berdampak pada pemasukan para mitra bisnis. Kencana Adhitama merupakan salah satu mitra bisnis di BPK TKI dan baru saja memperpanjang kontrak untuk satu tahun ke depan.

“Moratorium telah mengurangi pemasukan kami sampai 50 persen,” ujar Sherly.

Anehnya, kata Sherly, belum usai kebijakan moratarium pemerintah kini memberikan kebebasan TKI untuk pulang tidak lagi melalui gedung BPK TKI. “Jadi, ibarat sudah jatuh ketiban tangga para mitra bisnis,” katanya.

Sherly mengatakan bersama mitra bisnis yang lain mereka sudah melayangkan surat ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan tembusan hingga ke Presiden. Surat itu dikirimkan tidak lama setelah Menakertrans menerbitkan Permen Permenakertrans Nomor 16/2012 tentang Tata Cara Kepulangan TKI dari Negara Penempatan Secara Mandiri ke Daerah Asal.

Dengan peraturan itu, TKI boleh langsung pulang tanpa didata dulu di BPK TKI Selapajang. Persiapan untuk membahas standar operasional prosedur telah dilakukan dengan 12 kementerian dan lembaga yang terkait dengan TKI, termasuk pihak perbankan dan asuransi.

Berdasarkan survei Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, TKI yang dapat pulang secara mandiri ialah dari Singapura, Hongkong, dan Taiwan yang sudah mandiri dalam pengurusan keimigrasian saat kembali ke Indonesia.

Bagi yang tidak mampu pulang sendiri maka Tim Nasional Pemulangan TKI secara mandiri menyediakan fasilitas angkutan pemulangan. Untuk kepentingan pendataan kepulangan TKI mandiri, pemerintah menyiapkan lima "desk" yang terdiri dari desk pendataan, desk angkutan, desk perbankan, desk asuransi dan desk pengawas (interkam). (zul/toh/b)