Pengaduan TKI Tertinggi dari Saudi Arabia
PDF
Cetak
Surel
Ditulis oleh Administrator   
Senin, 17 Desember 2012 12:42
Jumat, 14 Des 2012

Jakarta, BNP2TKI, Jumat (14/12) - Sejak berdiri pada 27 Juni 2011 pusat pengadun Crisis Center BNP2TKI telah menerima 9.764 pengaduan dari TKI. Dari jumlah tersebut, pengaduan tertinggi berasal dari TKI yang bekerja di Saudi Arabia berjumlah 5.524 kasus.

“Jumlah pengaduan tertinggi yang masuk ke Crisis Center BNP2TKI berasal dari TKI Saudi Arabia. Data tersebut berdasar laporan TKI atau keluarga TKI dari tanggal 27 Juni 2011 sampai dengan 30 November 2012,” kata Koordinator Crisis Center BNP2TKI Henry Prayitno di ruang kerjanya di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengatakan dari jumlah pengaduan 9.764, kasus terbanyak adalah gaji tidak dibayar, putus komunikasi, pekerjaan tidak sesuai perjanjian kerja, TKI ingin dipulangkan, meninggal di negera penempatan, akibat tindakan kekerasan majikan, TKI sakit, TKI gagal berangkat, TKI dalam proses tahan/proses majikan, serta TKI mengalami pelecehan seksual.

“Meski moratorium TKI ke Saudi Arabia masih berlangsung, pengaduan masih tetap ada. Ini dikarenakan banyaknya jumlah TKI yang bekerja di Saudi Arabia terutama pada sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT),” katanya.

Dari jumlah 5.524 pengaduan TKI Saudi Arabia, lanjut Henry, Crisis Center BNP2TKI berhasil menyelesaikan 2.509 kasus pengaduan. Dari jumlah tersebut sebanyak 2.034 proses di unit kerja BNP2TKI dan 218 proses di luar BNP2TKI.

Selain Saudi Arabia, ditambahkan Henry, pengaduan TKI tertinggi lainnya yang masuk ke Crisis Center BNP2TKI adalah pengaduan TKI dari Malaysia yang berjumlah 939 kasus TKI. Dari jumlah tersebut, Crisis Center BNP2TKI berhasil menyelesaikan sebanyak 466 kasus, sebanyak 181 kasus proses di unit kerja BNP2TKI dan 24 kasus proses di luar BNP2TKI.

Setelah Malaysia, kata Henry, urutan ketiga dari Negara penempatan TKI yang banyak melaporkan aduannya ke Crisis Center BNP2TKI adalah Yordania. Sesuai data Crisis Center dari BNP2TKI dari periode 27 Juni 2011 sampai 30 November 2012 terdapat 525 pengaduan TKI berasal dari Yordania. Dari jumlah 525, Crisis Center BNP2TKI berhasil menyelesaikan 219 kasus pengaduan TKI.

Henry menuturkan negara-negara penempatan TKI lain yang banyak TKI melaporkan adauan ke Crisis Center BNP2TKI adalah Syria dengan 469 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 154, United Arab Emirates (UEA) dengan 435 aduan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 197 kasus, Taiwan dengan jumlah 344 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 224, Kuwait dengan jumlah 297 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 145, Singapura dengan jumlah 246 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 148, Oman dengan jumlah 165 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 74, Hong Kong dengan jumlah 116 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 62, dan Korea Selatan dengan jumlah 103 adauan dan kasus yang terselesaikan sebanyak 49.

“Memang tidak semua pengaduan TKI yang masuk ke Crisis Center BNP2TKI dapat terselesaikan. Ini disebabkan adanya kendala dan ada juga dalam sedang proses penyelesaian ,” katanya. (hpp/b)


Attachments:
FileDeskripsiFile size
Download this file (saudi arabia.jpg)Map of Saudi ArabiaMap of Saudi Arabia11 Kb