Annual Meeting VIII di Lombok, BNP2TKI Agendakan Masalah Penempatan dan Perlindungan TKI di Taipei
PDF
Cetak
Surel
Ditulis oleh Administrator   
Jumat, 12 Desember 2014 09:30


Lombok, BNP2TKI, Sabtu (6/12) – Masalah penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Taiwan menjadi isu aktual yang melatarbelakangi Annual Meeting VIII Pertemuan KDEI (Kantor Dagang Ekonomi Indonesia) Taipei – TETO (Taipei Economic and Trade Office to Indonesia) Jakarta Bidang Ketenagakerjaan. Agenda utama pembahasannya yaitu Struktur Biaya Penempatan, hubungan bisnis antara PPTKIS dan Agensi, TKI Pelaut Perikanan (Nelayan), Sistem Direct Hiring, TKI Kaburan yang memberi kesan adanya pasar pengguna, perbaikan penggajian bagi TKI untuk mengkompensasi inflasi, dan Asuransi.

Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, dalam sambutannya pada pertemuan Joint Working Group (JWG) VIII antara KDEI TAIPEI dan TETO Jakarta bidang ketenagakerjaan, Sabtu Pagi (6/12) di Lombok mengatakan bahwa pemilihan Lombok sebagai tempat Pertemuan JWG ke-8 antara lain dilatari oleh alasan untuk mendorong tenaga kerja terampil asal Lombok sebagai sources of labour untuk memilih Taiwan sebagai tujuan penempatan. Pada saat bersamaan, memberikan pemandangan baru kepada Delegasi Taiwan bahwa Lombok adalah salah satu destinasi pariwisata yang terkenal setelah Bali karena memiliki alam yang indah dengan masyarakat yang penuh keramahan.

Pada pertemuan itu, Kepala BNP2TKI didampingi oleh Wakil Kepala KDEI Indonesia di Taipei, Harsono Aris Yuwono selaku Ketua Delegasi Indonesia bersama dengan Deputi Penempatan, Agusdin Subiantoro, Deputi Perlindungan, Lisna Y. Poeloengan, Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Endang Sulisyaningsih dan pejabat dari Kementrian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sementara Delegasi Taiwan dipimpin oleh Kepala Kantor Ekonomi dan Dagang (KDEI) Taipei di Indonesia, Mr. Chang, Liang-Jen dan Deputi Direktur Jenderal Workforce Development Agency, Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, Mr. Tsai, Meng-Liang. 

Nusron mengatakan bahwa, dari data yang diperoleh dari KDEI Taipei terdapat jumlah TKI di Taiwan sampai dengan Oktober 2014 sebanyak 226.391 orang atau mengalami kenaikan sebanyak 13.157 orang dibandingkan dengan total penempatan tahun 2013 sebanyak 213.234 orang. Dari jumlah TKI itu, yang bekerja di sektor Industri yang mencapai 53.178 orang dan sektor non-industri berjumlah 173.213 orang.

Dilihat dari sisi penempatan, lanjut Nusron, Surabaya menempati jumlah terbesar dalam penempatan TKI ke Taipei. Dalam kunjungan kerja ke Lombok ini Kepala BNP2TKI akan meng-encourage pemda Nusa Tenggara Barat agar meningkatan penempatan TKI ke Taiwan.

“Saya senang Indonesia merupakan negara penempatan tenaga kerja asing terbesar atau urutan nomor satu dibandingkan dengan negara penempatan lainnya seperti Philipina,” ujar Nusron.

Kepala BNP2TKI ini menilai, berdasarkan dua sektor pekerjaan tersebut, dia meyakini telah melahirkan 2 hal baik, yaitu pertama, sumbangan remitansi dari para TKI di Taiwan telah berpengaruh besar pada pembangunan sosial ekonomi di daerah asal dan pembangunan nasional secara umum. Kedua, sebaliknya para TKI telah berkontribusi besar dalam produkstivitas Taiwan baik dari sisi ekonomi maupun sisi sosial.  

Nusron menambahkan, sebagai Kepala BNP2TKI yang baru diangkat oleh Presiden Joko Widodo sejak 28 November lalu, dia diminta untuk melakukan penataan Tata Kelola Penempatan dan Perlindungan TKI. Untuk itu, dia menegaskan akan terus mengembangkan koordinasi dengan KDEI Taipei dan TETO Jakarta guna memfasilitasi pembangunan TKI yang lebih baik dengan mengutamakan persiapan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dari para calon TKI, dan upaya-upaya peningkatan perlindungan hukum bagi mereka selama bekerja di luar negeri, khususnya di Taiwan. Salah satu hal yang diminta Presiden Joko Widodo yaitu pembayaran gaji TKI di Taiwan dilakukan melalui mekanisme perbankan.

Diakuinya, Taiwan adalah salah satu contoh terbaik di dunia dalam hal perlindungan Tenaga Kerja Asing yang bekerja di Taiwan. Untuk hal tersebut, Kepala BNP2TKI menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tidak terhingga.

Tentu saja, lanjutnya, dibalik sumbangan positif para TKI bagi Indonesia dan Taiwan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi, banyak juga persoalan yang dialami maupun dihadapi oleh Para TKI, PPTKIS, Agensi, bahkan KDEI sendiri.

Selain itu, melalui forum JWG, Nusron mengingatkan KDEI Taipei dan TETO Jakarta bahwa MoU antara KDEI Taipei dan TETO Jakarta tentang Rekruitmen, Penempatan dan Perlindungan TKI di Taiwan akan berakhir pada 25 Januari 2015. Karena itu, Kepala BNP2TKI menegaskan agar hal itu segera dibahas melalui mekanisme yang telah terbangun selama ini.

“Saya berharap bahwa pertemuan hari ini akan menghasilkan komitmen-komitmen yang lebih baik untuk peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan, serta menguntungkan Indonesia dan Taiwan,” pungkasnya. (zul)
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 12 Desember 2014 09:38